SiberAceh

Pidie Jaya, SiberAceh.com – Postingan Akun FB milik Helmi sempat viral di media sosial (Mensos), karena menyoroti pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah, (RUSD) Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) yang dinilai kurang bersahabat, hingga berujung adu argumen dengan petugas medis di RSUD setempat, Rabu 24 Mei 2023.

Dalam postingan itu, keluarga pasien terlihat marah, akibat dokter spesialis anak tidak ada, saat bayi yang lahir itu sedang membutuhkan pelayanan dan penanganan, karena mengalami sesak nafas dan berakhir dengan meninggalnya bayi tersebut.

Terkait kejadian itu, Direktur RSUD Pidie Jaya, Dr. Fajriman, S.PD, M.Si, menjelaskan, bayi yang dilahirkan melalui operasi Seksio Caesarea (SC), yang sudah menunjukan tanda-tanda akan melahirkan, walaupun tidak cukup bulan alias premature. Namun dalam proses kelahiran sang bayi berjalan lancar. Bahkan bayi tersebut lahir dengan berat badan 2,3 Kg, dengan kondisi bayi stabil.

Akan tetapi, menjelang pukul 19.00 WIB, kondisi bayi mengalami pemburukan atau bayi sulit bernafas. Akibat kondisi bayi tersebut, petugas NICU langsung melaporkan hal tersebut ke dokter yang merawat. Kemudian dokter menyarankan untuk konsultasi ke Rumah Sakit lain, guna mencari Rumah Sakit yang memiliki alat Continueus Possitive Airway Pressure (CIPAP).

“Semua Rumah Sakit yang dihubungi mengatakan, alat penunjang penanganan bayi semuanya terpakai, sehingga bayi malang tersebut akhirnya meninggal dunia,” papar Direktur RSUD Pijay.

Minimnya sarana penunjang di RSUD Pidie Jaya dibenarkan Guntara, Anggota Komisi C DPRK Pidie Jaya. Bahkan dirinya menegaskan, apa yang dilakukan pihak RSUD Pidie Jaya sudah sesuai aturan yang ada (SOP).

"Kita turut berbelasungkawa atas meninggalnya seorang bayi yang baru dilahirkan di RSUD Pidie Jaya. Kita juga tau ajal itu Allah SWT yang menentukan. Namun demikian kita harus tetap berusaha, seperti yang dilakukan petugas di Rumah Sakit, yang sejak bayi itu belum lahir hingga meninggal dunia. Menurut saya semua prosedur sudah dilakukan petugas kesehatan di RSUD Pidie Jaya,” tandasnya.

Pun demikian sambungnya, atas nama anggota dewan dirinya menyarankan, agar pihak RSUD Pidie Jaya segera mengusulkan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan ke Pemerintah, sehingga hal serupa tidak terulang lagi.

“Kami sebagai wakil Rakyat siap mendukung Direktur RSUD dalam permintaan sarana medis tersebut,” pungkas Guntara. (Herry)

Lebih baru Lebih lama