“Kondisi anak tersebut sangat memprihatinkan, karena selain tubuhnya yang kurus, pertumbuhan fisiknya pun juga tidak normal jika dibandingkan dengan anak seusianya,” papar Ketua DPC PPWI Pidie Jaya, Herry, saat mengunjungi kediaman anak yatim penderita lumpuh tersebut.
Dikatakan, pengurus dan anggota DPC PPWI Pidie Jaya bersama Kasat Intelkam setempat, menyambangi kediaman anak yatim penderita lumpuh sejak lahir ini (bawaan), tentu untuk melihat langsung kondisi anak tersebut, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.
“Kondisi anak ini dan keluarga sangat memperihatinkan, untuk itu kami mengajak Pemerintah Daerah, para Dermawan dan juga Donatur yang ada di Kabupaten berjuluk Negeri Japakeh ini, agar menyisihkan sedikit harta bendanya untuk keluarga tersebut, karena mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita,” pinta Herry.
"Sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, kami merasa terpanggil untuk peduli dan membantu, sehingga saya bersama pengurus DPC PPWI menyambangi kediaman anak yatim penderita lumpuh yang juga keluarga kurang mampu ini. Saya empat terharu dan meneteskan air mata, pada saat berada di sisi anak tersebut yang terbaring lemas tak berdaya,” ujar Iptu Budiono, sambil mengusap matanya.
Sementara itu, Mursyidah, orang tua Nurnazira mengungkapkan, anak keempatnya ini sudah menderita lumpuh sejak lahir. Untuk itu dalam kesehariannya Nurnazira hanya dalam kondisi berbaring.
“Ayahnya sudah lama meninggal dunia, maka untuk menutupi biaya sehari- hari dan pengobatan Nurnazira, saat ini saya melakukan pekerjaan mencuci pakaian tetangga. Itu pun tidak rutin alias kadang ada kadang tidak,” tuturnya
Dalam kunjungan DPC PPWI Pidie Jaya dan Kasat Intelkam setempat, kekediaman Nurnazira (14) anak yatim penderita lumpuh sejak lahir, juuga membawa beberapa kebutuhan pokok seperti, beras, telur, minyak makan dan sejumlah uang tunai. (Herry)