Pidie Jaya, SiberAceh.com - Baru-baru ini masyarakat Pidie Jaya dikejutkan dengan beredarnya sebuah surat undangan di Media Sosial, terkait dengan rapat Pimpinan dan Anggota Panitia Musyawarah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie Jaya, yang ditandatangani langsung Ketua MPU setempat, dengan agenda pembahasan ulang revisi tata tertib.
Padahal sebagaimana diketahui, Penyelenggaraan Musyawarah Daerah ke IV yang dibuka secara resmi oleh Bupati Pidie Jaya, H. Ayyub Abbas pada 8 Desember 2022 lalu, yang bertempat di Aula MPU setempat, dikabarkan sempat berlangsung alot karena dipenuhi dengan interupsi para peserta. Namun demikian, Musda tetap berjalan dengan aman dan sukses. Bahkan disepakati tata tertib serta disahkannya sejumlah anggota lewat sidang pleno, yang akan duduk sebagai pengurus MPU Pidie Jaya periode 2023 - 2028.
Terkait beredarnya surat undangan pembahasan revisi tata tertib tersebut, Nazaruddin Ismail (Ustadz AM) yang merupakan mantan anggota DPRK Pidie Jaya menegaskan, bahwa merivisi tata tertib yang sudah di sahkan melalui Musda, merupakan perbuatan menyalahi aturan. Bahkan Dia menduga, revisi tatib ini sarat kepentingan beberapa oknum, untuk menganulir hasil Musda dan membatalkan tata tertib serta kepengurusan baru yang telah terpilih secara sah, dengan cara mengelabui ketua.
Pasalnya kata Ustad AM, jika merujuk pada Qanun Nomor 2 tahun 2009 Tentang MPU dan Peraturan MPU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tata Tertib, maka tidak ditemukan klausul yang membolehkan Ketua atau unsur pimpinan lainnya untuk menganulir atau mengubah tata tertib maupun hasil Musda, selain lewat pelaksanaan Musda itu sendiri.
"Isu pembahasan revisi tatib ini sudah beredar luas, kita semua terkejut dan ini memalukan. Sebab yang dilakukan oleh beberapa oknum itu melanggar Qanun dan aturan yang ada. Ini menunjukkan bahwa, ada yang tidak beres dengan kepemimpinan MPU, dan patut diduga ada kepentingan politik yang sedang bermain," ujar Nazaruddin Ismail, yang juga pernah mengabdi pada Lembaga MPU itu selama 4 tahun.
Dirinya juga mempertanyakan, kenapa saat Musda kemarin para peserta banyak yang melakukan protes, karena ada rapat Pengurus MPU Pidie Jaya periode sekarang ingin menggiring Musda ke IV MPU ini, untuk tidak perlu melakukan pemilihan pengurus lagi, cukup pengurus lama dikukuhkan kembali lewat mekanisme aklamasi, tentu saja para peserta tidak setuju
“Informasi itu yang saya terima, bahkan ada bukti videonya kok, makanya saat Musda kemarin di hujani interupsi. Untuk itu saya kira, apa yang telah dilakukan beberapa pengurus MPU Pidie Jaya ini telah menodai lembaga MPU sebagai institusi para ulama yang bersih dari unsur-unsur politis, kolusi dan nepotisme. Musda telah usai dan berlangsung sesuai tata tertib, pelaksanaannya diterima dan disepakati semua peserta lewat sidang pleno, seharusnya semua pihak dapat menerimanya dengan lapang dada, termasuk Pimpinan MPU Pidie Jaya sendiri,” tukas Ustad AM.
Terkait hal tersebut, Ketua MPU Pidie Jaya melalui sekretarisnya, Tengku Zikri, yang ditemui awak media ini diruang kerjanya, Selasa 20 Desember 2022 mengatakan, tidak ada tujuan menganulir apalagi ada pesanan dan tekanan, itu semua demi memperbaiki dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
"Surat revisi tersebut bertujuan menjernihkan permasalah dan mencari solusi, tidak tujuan menganulir. Tetapi untuk lebih jelasnya, nanti saya tanya langsung sama Abati (Ketua MPU) karena saat ini Abati sedang sakit,” sampai Tengku Zikri.